Senin, 09 September 2013

Testing dan Implementasi Sistem Informasi


Pengertian Testing dan Implementasi Sistem Informasi 



I Definisi Testing

 Menurut Hetzel 1973, Proses pemantapan kepercayaan akan kinerja program atau sistem sebagaimana yang diharapkan.

Menurut Myers 1979, Proses eksekusi program atau sistem secara intens untuk menemukan error.

Menurut Hetzel 1983, Siap aktivitas yang digunakan untuk dapat melakukan evaluasi suatu atribut atau kemampuan dari program atau sistem dan menentukan apakah telah memenuhi kebutuhan atau hasil yang diharapkan.

Menurut Standar ANSI/IEEE 1059, Proses menganalisa suatu entitas software untuk mendeteksi perbedaan antara kondisi yang ada dengan kondisi yang diinginkan ( defects / errors / bugs ) dan mengevaluasi fitur- fitur dari entitas software.

Suatu proses yang dilakukan untuk menilai apakah yang dirancang telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Suatu kegiatan untuk mengevaluasi keunggulan dan kelermahan terhadap sesuatu yang diuji (kwalitas produk). Mengevaluasi terhadap urutan kegiatan yang sistematis dalam mencapai tujuan system. Mengevaluasi keseimbangan jumlah pelaksanaan kegiatan dengan beban kerja dalam sesuatu prosedur kegiatan.

Berbagai sudut pandang tentang testing :
1. Melakukan cek pada program terhadap spesifikasi.
2. Menemukan bug pada program.
3. Menentukan penerimaan dari pengguna.
4. Memastikan suatu sistem siap digunakan.
5. Meningkatkan kepercayaan terhadap kinerja program.
6. Memperlihatkan bahwa program bekerja dengan benar.
7. Membuktikan bahwa error tidak terjadi.
8. Mengetahui akan keterbatasan sistem.
9. Mempelajari apa yang tidak dapat dilakukan oleh sistem.
10.Melakukan evaluasi kemampuan sistem.
11. Verifikasi dokumen.
12.Memastikan bahwa pekerjaan telah terselesaikan.

Pengertian Testing yang dihubungkan dengan proses verifikasi dan validasi software :

Testing software adalah proses mengoperasikan software dalam suatu kondisi yang dikendalikan, untuk
 1. Verifikasi apakah telah berlaku sebagaimana telah ditetapkan (menurut spesifikasi),
 2. mendeteksi error , dan
 3. Validasi apakah spesifikasi yang telah ditetapkan sudah memenuhi keinginan atau kebutuhan dari pengguna yang sebenarnya.

Verifikasi adalah pengecekan atau pengetesan entitas-entitas, termasuk software, untuk pemenuhan dan konsistensi dengan melakukan evaluasi hasil terhadap kebutuhan yang telah ditetapkan. (Are we building the system right?)
Validasi melihat kebenaran sistem, apakah proses yang ditulis dalam spesifikasi adalah apa yang sebenarnya diinginkan atau dibutuhkan oleh pengguna. (Are we building the right system?)

Testing merupakan aktifitas pengumpulan informasi yang dibutuhkan untuk melakukan evaluasi efektifitas kerja.
Jadi tiap efektifitas yang digunakan dengan obyektifitas untuk menolong kita dalam mengevaluasi atau mengukur suatu atribut software dapat disebut sebagai suatu aktifitas testing. Termasuk di dalamnya review, walk-through, inspeksi dan penilaian serta analisa yang ada selama proses pengembangan.

cara termudah dan paling efektif, untuk menganalisa suatu software antara lain :

1. Apakah software telah siap digunakan ?
2. Apa saja resikonya ?
3. Apa saja kemampuannya ?
3. Apa saja keterbatasannya ?
4. Apa saja masalahnya ?
5. Apakah telah berlaku seperti yang diharapkan ?

II Definisi Pengujian Sistem

             Suatu proses yang dilakukan untuk menilai apakah yang dirancang telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Suatu kegian untuk mengevaluasi keunggulan dan kelermahan terhadap sesuatu yang diuji (kwalitas produk). Mengevaluasi terhadap urutan kegiatan yang sistematis dalam mencapai tujuan system. Mengevaluasi keseimbangan jumlah pelaksanaan kegiatan dengan beban kerja dalam sesuatu prosedur kegiatan.

III Definisi Sistem

            Terdapat dua kelompok pendekatan didalam mendefinisikan sistem, yaitu yang menekankan pada prosedurnya dan yang menekankan pada komponen atau elemennya. Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada prosedur mendefinisikan sistem sebagai berikut ini : Suatu sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu sasaran yang tertentu.

           Pengertian sistem menurut Wikipedia indonesia adalah sistem berasal dari bahasa Latin (systēma) dan bahasa Yunani (sustēma) adalah suatu kesatuan yang terdiri komponen atau elemen yang dihubungkan bersama untuk memudahkan aliran informasi, materi atau energi. Istilah ini sering dipergunakan untuk menggambarkan suatu set entitas yang berinteraksi, di mana suatu model matematika seringkali bisa dibuat.

Sedangkan menurut beberapa ahli pengertian sistem adalah sebagai berikut :

1. Menurut LUDWIG VON BARTALANFY, Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan.

2. Menurut ANATOL RAPOROT, Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.

3. Menurut L. ACKOF, Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya.

Pada prinsipnya, setiap sistem selalu terdiri atas empat elemen :
Objek, yang dapat berupa bagian, elemen, ataupun variabel. Ia dapat benda fisik, abstrak, ataupun keduanya sekaligus; tergantung kepada sifat sistem tersebut.
Atribut, yang menentukan kualitas atau sifat kepemilikan sistem dan objeknya.
Hubungan internal, di antara objek-objek di dalamnya lingkungan tempat di mana sistem berada.

Syarat-syarat sistem sebuah :
a. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan masalah.
b. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan.
c. Adanya hubungan diantara elemen sistem.
d. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem.
e. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen.

Karakteristik Sistem

Karakteristik sistem dapatlah digambarkan sebagai berikut :

a. Komponen Sistem (Components)

                 Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem.
                  Setiap subsistem mempunyai sifat- sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Jadi, dapat dibayangkan jika dalam suatu sistem ada subsistem yang tidak berjalan/berfungsi sebagaimana mestinya. Tentunya sistem tersebut tidak akan berjalan mulus atau mungkin juga sistem tersebut rusak sehingga dengan sendirinya tujuan sistem tersebut tidak tercapai.

b. Batas Sistem (Boundary)

                  Batas sistem (boundary) merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai satu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut. Lingkungan Luar Sistem (Environments).

                  Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan dapat juga bersifat merugikan sistem tersebut. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energi dari sistem dan dengan demikian harus tetap dijaga dan dipelihara. Sedang lingkungan luar yang merugikan harus ditahan dan dikendalikan, kalau tidak maka akan menggangu kelangsungan hidup dari sistem.

c. Penghubung (Interface) Sistem.

                  Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke yang lainnya. Keluaran (output) dari satu subsistem akan menjadi masukan (input) untuk subsistem lainnya dengan melalui penghubung. Dengan penghubung satu subsistem dapat berintegrasi dengan subsistem yang lainnya membentuk satu kesatuan.

d. Masukan (Input) Sistem

                   Masukan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintenance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.

e. Keluaran (Output) Sistem

                   Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan
menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain atau kepada supersistem. Misalnya untuk sistem komputer, panas yang dihasilkan adalah keluaran yang tidak berguna dan merupakan hasil sisa pembuangan, sedang informasi adalah keluaran yang dibutuhkan.

f. Pengolah (Process) Sistem

                  Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran. Suatu sistem produksi akan mengolah masukan berupa bahan baku dan bahan-bahan yang lain menjadi keluaran berupa barang jadi. Sistemakuntansi akan mengolah data-data transaksi menjadi laporan-laporan keuangan dan laporan-laporan lain yang dibutuhkan oleh manajemen.

g. Sasaran (Objectives) atau Tujuan (Goal)

                  Suatu sistem pasti mempunyai tujuan atau sasaran. Kalau suatu sistem tidak
mempnyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya. Sasaran dari sistem sangat menentukan sekali masukan yang dibutuhkan sistem dan keluaran yang akan dihasilkan sistem. Suatu sistem dikatakan berhasil bila mengenai sasaran atautujuannya. Perbedaan suatu sasaran (objectives) dan suatu tujuan (goal) adalah, goalbiasanya dihubungkan dengan ruang lingkup yang lebih luas dan sasaran dalam
ruang lingkup yang lebih sempit.
                Bila merupakan suatu sistem utama, seperti misalnya sistem bisnis perusahaan, maka istilah goal lebih tepat diterapkan. Untuk sistem akuntansi atau sistem-sistem lainnya yang merupakan bagian atau subsistem dari sistem bisnis, maka istilah objectives yang lebih tepat. Jadi tergantung dari ruang lingkup mana memandang sistem tersebut. Seringkali tujuan (goal) dan sasaran (objectives) digunakan bergantian dan tidak dibedakan.


Klasifikasi Sistem

a. DETERMINISTIK SISTEM

Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan / diketahui dengan pasti.

b. PROBABILISTIK SISTEM.

Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem).

c. OPEN SISTEM.

Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya.

d. CLOSED SISTEM.

Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut.

e. RELATIVELY CLOSED SISTEM

Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruh-pengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas tertentu.

f. ARTIFICIAL SISTEM.

Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam.

g. NATURAL SISTEM.

Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam.

Tujuan Testing.
            Secara umum dari proses testing adalah melakukan verifikasi, validasi, dan mendeteksi terjadinya error pada aplikasi tersebut. Dari ketiga hal tersebut diharapkan dapat menemukan masalah – masalah atau kesalahan dan dari hasil penemuan tersebut dapat dilakukan suatu pembenahan. Verifikasi, validasi, dan deteksi adalah bagian dari proses testing yang tidak dapat dipandang sebelah mata. Memiliki pengertian seperti berikut :
Verifikasi, bagaimana suatu sistem tersebut benar atau tidak. Yang pertama dilihat adalah bagaimana struktur, hingga susunan yang ada. Kemudian jika semua telah baik maka harus kembali dikaji dan dicocokan dengan rancangan awal yang telah dibuat.
Validasi, bagaimana sebuah sistem yang telah dibuat telah sesuai dengan tujuan yang diharapkan.
Deteksi, mendeteksi error atau kesalahan pada sistem, atau dengan kata lain yaitu proses pengembangan dari satu program ke program lainnya yang lebih rumit.
Testing memiliki tujuan – tujuan lainnya, mengapa testing perlu dilakukan, yaitu ;
Menyediakan informasi – informasi pokok, dan informasi untuk mendeteksi error hingga dapat ditanggulangi sedini mungkin maupun penunjang untuk kualitas dari produk software tersebut.
Meningkatkan kepercayaan akan sistem itu sendiri, bahwa sistem tersebut dapat digunakan sesuai dengan resiko yang digunakan.
Mencari error dan kelemahan dari sistem tersebut, kadang juga dapat mendeteksi keterbatasan kinerja dari sistem tersebut.

Rabu, 13 Maret 2013

peraturan futsal



        Futsal merupakan olahraga yang berangsur-angsur menjadi semakin populer di Indonesia dan juga dunia. Para penggemar sepakbola saat ini kian menggandrungi futsal sebagai pelampiasan kecintaan mereka pada olahraga sepak-menyepak yang umumnya lebih sulit dilampiaskan di lapangan hijau.


       Meski olahraga yang satu ini sudah sangat ngetop, ternyata masih banyak lho orang-orang yang suka bermain futsal tanpa sepenuhnya memahami peraturan-peraturannya. Nah, kalau kamu penggemar futsal, mendingan kamu baca dan pahami dulu detail peraturannya di bawah ini


Lapangan permainan

Ukuran: panjang 25-42 m x lebar 15-25 m
Garis batas: garis selebar 8 cm, yakni garis sentuh di sisi, garis gawang di ujung-ujung, dan garis melintang tengah lapangan; 3 m lingkaran tengah; tak ada tembok penghalang atau papan
Daerah penalti: busur berukuran 6 m dari setiap pos
Garis penalti: 6 m dari titik tengah garis gawang
Garis penalti kedua: 12 m dari titik tengah garis gawang
Zona pergantian: daerah 6 m (3 m pada setiap sisi garis tengah lapangan) pada sisi tribun dari pelemparan
Gawang: tinggi 2 m x lebar 3 m
Permukaan daerah pelemparan: halus, rata, dan tak abrasif

Bola

Ukuran: #4
Keliling: 62-64 cm
Berat: 390-430 gram
Lambungan: 55-65 cm pada pantulan pertama
Bahan: kulit atau bahan yang cocok lainnya (yaitu, tak berbahaya)

Jumlah pemain

Jumlah pemain maksimal untuk memulai pertandingan: 5, salah satunya penjaga gawang
Jumlah pemain minimal untuk mengakhiri pertandingan: 2
Jumlah pemain cadangan maksimal: 7
Batas jumlah pergantian pemain: tak terbatas
Metode pergantian: "pergantian melayang" (semua pemain kecuali penjaga gawang boleh memasuki dan meninggalkan lapangan kapan saja; pergantian penjaga gawang hanya dapat dilakukan jika bola tak sedang dimainkan dan dengan persetujuan wasit)

Perlengkapan pemain


Kaos bernomor, celana pendek, kaus kaki, pelindung lutut, dan alas kaki bersolkan karet


Lama permainan

Lama: dua babak 20 menit; waktu diberhentikan ketika bola berhenti dimainkan. Waktu dapat diperpanjang untuk tendangan penalti.
Time-out: 1 per regu per babak; tak ada dalam waktu tambahan
Waktu pergantian babak: maksimal 10 menit. 
  


 Peraturan 4 detik

  • penguasaan bola dengan tangan oleh kiper
  • kick in
  • kick off
  • corner kick
  • tendangan bebas
  • penalty 6 dan 10 meter
  • penguasaan bola dengan kaki oleh kipper

Peraturan 2 menit

          jika pemain terkena kartu merah, pemain dapat digantikan setelah  waktu  2 menit usai
pemain dapat digantikan jika tercipta goal terhadap team yang mengalami kekurangan pemain
jika pemain sama 4 orang  apabila tercipta gol tidak ada penambahan pemain  sebelum waktu 2 menit usai.

Peraturan Back Pass ke Kiper.

  • dapat dilakukan jika kiper berada di daerah lawan
  • dapat dilakukan jika telah tersentuh/penguasaan pemain lawan
  • dapat dilakukan jika berasal dari kick in

  • jika dilanggar akan terkena sangsi tendangan bebas tidak langsung
  • Pelanggaran yang terakumulasi, setiap pelanggaran yang menghasilkan tendangan bebas langsung. 
  • Jika salahsatu team telah 6 kali pelanggaran maka team lawan akan diberikan tendangan penalty 10 meter / second penalty. 
  • Jika jarak pelanggaran lebih dekat dengan kotak penalty diperbolehkan melakukan tendangan di tempat terjadinya pelanggaran.

Time Out

setiap team berhak meminta time out 1 kali setiap babak dgn waktu 1 menit
jika babak pertama tidak meminta time out, maka untuk babak kedua tidak terakumulasi.
2 menit terakhir tidak diperkenankan meminta timeout.

Pergantian Pemain Bebas 


       

Sabtu, 14 Juli 2012

sistem bahan bakar


Tips Per Skep Karburator




Pada saat melintir gas tapi putarannya agak berat atau seret. “Orang banyak yang menyangka itu karena kabel gas yang kotor. Padahal bisa juga dari per skep yang daya pegasnya tidak maksimal,” ungkap Retno Purwanto, mekanik Setia Utama Motor.

Ketika mengalami kejadian seperti itu, banyak bikers yang membawa motornya ke bengkel umum. Dan biasanya banyak mekanik bengkel umum yang memotong per skep. Tujuannya agar grip gas jadi enteng. Tindakan itu belum tentu benar, karena sebenarnya per skep itu tidak boleh asal potong.

Efek dari per skep dipotong memang bisa dirasakan hand grip gas jadi lebih enteng. Tapi, ada akibat lainnya. Yaitu, daya balik per itu jadi tersendat. “Baha-yanya karena bisa jadi grip gasnya kurang responsip ketika balik. Putaran mesin gak bisa turun,” wanti Retno.

Selain itu, jika di motor Honda Karisma terdapat switch throttle yang berfungsi untuk mengatur pengapian pada CDI. Posisi switch tadi ada di lubang skep yang bersentuhan dengan skep. Jadi, jika per skep itu dipotong, daya balik skep yang bersentuhan dengan switch itu bisa terhambat karena terganjal oleh switch tadi.

“Terkadang per skep tidak dipotong pun skepnya bisa terganjal. Apalagi dipotong,” tegas Retno yang bengkelnya di Jl. HOS Cokroaminoto No. 5, Ciledug, Tangerang. Banten.

Solusinya, brother tidak harus memotong per skep. Tapi, cukup mengatur jarak renggang per itu. Caranya, per ditekuk dengan menggunakan tang hingga pernya menjadi lebih pendek. Upayakan jarak tinggi per itu selisih 1 cm dari aslinya. Sehingga jika efeknya masih kurang enak, per skep itu bisa disesuaikan kembali. Namun, jika per skepnya dipotong maka per skep itu tidak bisa disetel ulang. (motorplus-online.com)

Honda Jazz








Honda Jazz Speed Challenge musim ke-7 kembali digelar di Sirkuit Internasional Sentul, Jawa Barat, pada 15 Juli 2012.

Musim balap Honda Jazz Speed Challenge kali ini akan memperebutkan total hadiah uang tunai sebesar Rp 500 juta. Dari dua hasil seri sebelumnya, terlihat bahwa musim kali ini menjanjikan persaingan yang lebih ketat karena setiap seri telah memunculkan pemenang yang berbeda.

Pada seri sebelumnya, 27 Mei 2012, Fitra Eri berhasi menyabet podium tertinggi dan meraih gelar juara di kelas Master dan diikuti oleh Roy Haryanto di posisi kedua dan Renaldo P Koesoemo melengkapi posisi tiga besar.

Sementara di kelas Promotion, gelar juara diraih oleh Wilson Widjaya Kusuma dari E-Worx Racing Team. Sementara di posisi kedua ditempati oleh Rudy Sumawiganda dari Bintang Sobo ENEOS Racing Team, dan Finsa Noorcahyo di posisi ketiga yang juga berasal dari tim Bintang Sobo ENEOS Racing Team.

Sedangkan di kelas Promotion gelar juara diraih oleh David Kartawidjaja dari Bintang Sobo ENEOS Racing Team. Posisi kedua berhasil ditempati oleh Andy Wibowo dari Honda Surabaya Center Gandasari OWS Racing Team, dan posisi ketiga diraih oleh Ari Laksmono dari E-Worx Racing Team.

Pada musim balap yang baru ini, Honda Jazz Speed Challenge kembali diperkuat oleh para pembalap dari kelas Master (Seeded A - Profesional) yang akan membuat persaingan balap di dalamnya semakin seru dan semakin bergengsi.

Selain itu, Honda Jazz Speed Challenge 7 juga akan tetap diperkuat oleh para pembalap muda berbakat dari kelas Rising Star (Seeded B - Amatir) dan Promotion (non seeded - pemula).

Di hari yang sama, juga akan digelar ajang Indonesia Super Production (ISP) seri yang ketiga. Pada ajang balap kelas paling bergengsi ini, Tim Honda Racing Indonesia akan turun dengan dua pembalap andalannya, yaitu Alvin Bahar dan Rio Saputro.

Pada seri sebelumya, Alvin Bahar berhasil finish di posisi keempat sementara Rio Saputro berhasil menuntaskan balapan di posisi ketujuh.

TIK masuk pesantren









                Tim Sosialisasi INSAN yang ditujukan untuk mensosialisasikan penggunaan internet secara sehat & aman ke berbagai kalangan sehingga internet dapat memberi manfaat dan nilai tambah.Dan dibantu oleh relawan dari mahasiswa jurusan SISTEM INFORMASI dan INFORMATIKA UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL "Veteran" JAWA TIMUR. 
Dalam memberi pelatihan teknologi dan informasi di pesantren - pesantren seluruh indonesia.Agar menjadi pesantren yang maju dalam hal teknologi sebagai media sosial dalam menyi'arkan dakwa - dakwa agama islam di dunia. 




























Jumat, 06 April 2012

shell Sort



shell sort
DASAR
Selection sort adalah salah satu algoritma yang digunakan untuk memecahkan masalah pengurutan(sorting) data pada suatu larik(array). Ide dasar algoritma ini adalah melakukan beberapa kali  pass untuk melakukan penyeleksian elemen array. Untuk  sorting ascending (menaik), elemen yang paling kecil di antara elemen-elemen yang belum urut, disimpan indeksnya, kemudian dilakukan pertukaran nilai elemen dengan indeks yang disimpan tersebut dengan elemen yang paling depan yang belum urut. Sebaliknya, jika dilakukan sorting descending(menurun), elemen yang terbesar dari array yang belum terurut disimpan indeksnya untuk kemudian dilakukan pertukaran dengan nilai indeks yang terbesar dari elemen array.
Penggunaan algoritma selection sort sering kita jumpai ketika kita akan mengurutkan sejumlah kartu bridge. Kita susun beberapa kartu bridge dalam suatu larik kemudian kita lakukan selction sort dengan memilih kartu yang nilainya paling kecil(jika ascending) lalu kita tukar dengan kartu yang paling ujung dari kartu-kartu yang belum terurut hingga akhirnya didapatkan kartu-kartu yang telah terurut.
Selection Sort diakui karena kesederhanaan algoritmanya dan performanya lebih bagus daripada algoritma lain yang lebih rumit dalam situasi tertentu. Algoritma ini bekerja sebagai berikut:

  1. Mencari nilai minimum (jika ascending) atau maksimum (jika descending) dalam sebuah list
  2. Menukarkan nilai ini dengan elemen pertama list
  3. Mengulangi langkah di atas untuk sisa list dengan dimulai pada posisi kedua
Secara efisien kita membagi list menjadi dua bagian yaitu bagian yang sudah diurutkan, yang didapat dengan membangun dari kiri ke kanan dan dilakukan pada saat awal, dan bagian list yang elemennya akan diurutkan.


Contoh simulasi algoritma selection sort sbb :
jika kita memiliki elemen array sbb :  {5, 1, 12, -5, 16, 2, 12, 14}
 
 
Algoritma di dalam Selection Sort terdiri dari kalang bersarang. Dimana kalang tingkat pertama (disebut pass).berlangsung N-1 kali. Di dalam kalang kedua, dicari elemen dengan nilai terkecil. Jika didapat, indeks yang didapat ditimpakan ke variabel min. Lalu dilakukan proses penukaran. Begitu seterusnya untuk setiap Pass. Pass sendiri makin berkurang hingga nilainya menjadi semakin kecil. Berdasarkan operasi perbandingan elemennya.






Implementasinya dalam bahasa pemrograman sbb :
public class Bledek {
public static void main(String[] args){
    int[] x = {5, 1, 12, -5, 16, 2, 12, 14};
int i, temp, j;
System.out.println("Sebelum diurutkan :");
for(i=0;i<x.length;i++)
System.out.print(x[i]+"\t");
System.out.println("\n");
for(i=0;i<x.length-1;i++){
    for(j=i+1;j<x.length;j++){
        if(x[i]>x[j]){
            temp = x[i];
x[i] = x[j];
x[j] = temp;
}
}
for(int k=0;k<x.length;k++)
System.out.print(x[k]+"\t");
System.out.println();
}
System.out.println("Setelah diurutkan :");
for(i=0;i<x.length;i++)
System.out.print(x[i]+"\t");
}
}

Visualisasi algoritmanya sebagai berikut :